Pengantar Manajemen

Manajemen berasal dari kata dalam bahasa Inggris “management” yang berasal dari kata ” to manage” yang berarti “Mengurus atau tata laksana”.
Sehingga Manajemen merupakan bagaimana cara mengatur, membimbing serta memimpin semua orang yang menjadi bawahannya agar usaha yang dikerjakan dapat mencapai suatu tujuan.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli :

Oxford.
Manjemen adalah proses berurusan dengan atau mengendalikan orang atau benda.

William H Newman.
Manajemen merupakan fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu.

Drs. Oey.
manajemen merupakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian serta pengontrolan.

Harold Koontz & O’ Donnel
Manajemen pada bukunya yang berjudul “Principles of Management” , “Manajemen merupakan berhubungan dengan pencapaian tujuan yang dilakukan melalui orang lain”(Dayat, n.d,p.6).

George R. Terry (1994).
manajemen pada buku dengan judul “Principles of Management” memberikan definisi bahwa: “Manajemen merupakan suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan serta pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang ditetapkan sebelumnya” (Dayat, n.d,p.6).

Ensiclopedia of The Social Sciences.
Manajemen diartikan bahwa sebagai proses pelaksanaan suatu tujuan tertentu yang diselenggarakan serta diawasi.

Mary Parker Follet.
Manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.

Davis.
Manajemen merupakan fungsi dari setiap kepemimpinan eksekutif dimana pun.

Chaster I Bernard.
Manajemen merupakan Ilmu dan Seni.

Thomas H. Nelson.
Manajemen perusahaan adalah ilmu dan seni memadukan ide-ide, fasilitas, proses, bahan serta orang-orang untuk menghasilkan barang atau jasa yang dapat bermanfaat dan menjualnya untuk mendapat menguntungkan.

G.R. Terri.
Manajemen adalah sebagai proses yang khas yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan usaha mencapai untuk sasaran-sasaran dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.

James A. F. Stoner.
Manajemen diartikan bahwa sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi serta menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Oei Liang Lie.
Manajemen merupakan ilmu dan seni perencanaan pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan sumber daya(Resource) manusia dan alam, terutama pada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang ditentukan.

Prinsip Prinsip Manajemen

Prinsip manajemen merupakan dasar-dasar atau pedoman kerja yang bersifat pokok dan tidak boleh diabaikan oleh setiap manajer/pimpinan.

Prinsip-prinsip manajemen iyalah :
1. Pembagian kerja yang berimbang
Dalam membagi-bagikan tugas serta jenisnya kepada semua karyawan, seorang manajer hendak bersifat dengan adil.
2. Pemberian kewenangan dan rasa tanggung jawab.
Pemberian kewenangan dan rasa tanggung jawab yang tegas serta jelas pada Setiap karyawan hendaknya diberikan wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik serta dapat mempertanggung jawabkan kepada atasan secara langsung.
3. Disiplin.
Disiplin adalah kesedian untuk melakukan usaha(kegiatan nyata)
4. Kesatuan perintah.
Setiap karyawan hendaknya hanya menerima satu jenis perintah dari seorang atasan langsung.
5. Kesatuan arah.
proses yang dilakukan harus mempunyai tujuan yang sama serta dipimpin oleh seorang atasan langsung yang didasarkan pada rencana kerja yang sama

Fungsi dan Tujuan Manajemen
www.gurupendidikan.com/ manajemen itu sendiri merupakan serangkaian tahap kegiatan mulai awal melakukan kegiatan sampai akhir tercapainya tujuan kegiatan.
Pembagian fungsi pada manajemen menurut beberapa ahli manajemen, di antaranya :

1. Menurut Dalton E.M.C. Farland (1990) dalam “Management Principles and Management”, fungsi manajemen terbagi menjadi 3 yaitu :

(Planning) Perencanaan.
(Organizing) Pengorganisasian.
(Controlling) Pengawasan.

2. Menurut George R. Ferry (1990) dalam “Principles of Management”, proses manajemen terbagi menjadi 4 yaitu :

(Planning) Perencanaan.
(Organizing) Pengorganisasian.
(Controlling) Pengawasan.
(Activating) Pelaksanaan .

3. Menurut H. Koontz dan O’Donnel (1991) dalam “The Principles of Management”, proses dan fungsi manajemen terbagi menjadi 4 yaitu :

(Planning) Perencanaan .
(Organizing) Pengorganisasian.
(Controlling) Pengawasan.
(Directing) Pengarahan.

Fungsi – Fungsi manajemen :
1.Fungsi perencanaan
Pada hakekatya perencanaan adalah proses pengambilan keputusan yang merupakan dasar bagi kegiatan-kegiatan ekonomis serta efektif pada waktu yang akan datang.

2. Fungsi pengorganisasian
Fungsi Pengorganisasian dapat didefinisikan sebagai proses menciptakan hubungan-hubungan antara fungsi, personalisasi serta faktor fisik agar kegiatan harus dilaksanakan,disatukan serta diarahkan pada pencapaian tujuan bersama.

3.Fungsi pengarahan
Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang menstimulir tindakan-tindakan agar benar-benar dilaksanakan.

4.Fungsi pengkoordinasi
Suatu usaha yang terkoordinir iyalah di mana kegiatan karyawan itu harmonis , terarah serta diintergrasikan untuk mencapai tujuan bersama.

5.Fungsi pengawasan
Fungsi pengawasan pada hakekatnya mengatur apakah kegiatan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan dalam rencana untuk mencapai tujuan.

Konsep Manajemen Masa Depan.

1.Manajemen bertujuan meningkatkan produktivitas, ROI serta kualitas hidup manusia.

2.Manajemen mendasarkan tindakannya pada aspek kuantitatif serta perilaku manusia.

3.Manajemen masa depan akan menghadapi isu inflasi, sumber daya (resource) yang makin langka, nilai sosial budaya masyarakat, teknologi, hubungan karyawan dan manajemen, etika dan tanggung jawab sosial, konflik-konflik serta globalisasi.

4.Manajemen masa depan akan menghadapi masalah yang datang dari sektor industri dengan jasa dan untuk itu perlu informasi yang dicari dengan sistem informasi manajemen yang baik.

Ekonomi Makro

Pengantar Ilmu Ekonomi Makro

Ilmu Ekonomi Makro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mengkhususkan mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan.
Tujuan ilmu ekonomi makro adalah untuk memahami peristiwa ekonomi dan untuk memperbaiki kebijakan ekonomi.

Hubungan yang dipelajari pada ilmu ekonomi makro adalah hubungan variabel keseluruhan. Variabel-variabel itu diantaranya tingkat pendapatan nasional, konsumsi rumah tangga, investasi nasional, tingkat tabungan, belanja pemerintah, tingkat harga-harga umum, jumlah uang yang beredar, tingkat bunga, kesempatan bekerja, neraca pembayaran, dan lain-lain.
Ekonomi makro adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makro-ekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan. (Sumber: Wikipedia)

Ekonomi makro bertujuan untuk menganalisa peristiwa ekonomi dan memperbaiki kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

Permasalahan Ekonomi Makro

Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang sering terjadi pada ekonomi makro

a. Lambannya pertumbuhan ekonomi.

Jumlah lulusan sekolah/sarjana yang meningkat setiap tahunnya tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang ada. Terlebih masih adanya keengganan untuk berwirausaha. Para fresh graduate tersebut hanya terpaku mencari pekerjaan kantoran yang bisa memberikan kenyamanan baik secara finansial maupun status sosial dibandingkan menjadi pengusaha. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi berjalan lambat.

b. Tingginya pengangguran dan kemiskinan.

Terbatasnya lapangan pekerjaan dan ledakan jumlah penduduk adalah faktor utama terjadinya pengangguran dan kemiskinan. Jumlah penduduk yang meningkat tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia sehingga meningkatkan jumlah pengangguran. Jumlah pengangguran yang meningkat, persaingan kerja yang sengit serta tuntutan untuk bisa bertahan hidup menyebabkan masyarakat tidak memiliki pilihan lain selain menjadi pekerja di sektor informal seperti buruh, kuli, pembantu dsb. Tentu saja hal tersebut menjadi pemicu kemiskinan, karena masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan. Selain itu infrastruktur dan sumber daya alam belum dimanfaatkan secara menyeluruh oleh masyarakat untuk memperbaiki kehidupannya.

c. Inflasi dan defisit APBN.

Kenaikan harga barang yang merupakan dampak dari terjadinya inflasi akan mempengaruhi perekonomian dan daya beli masyarakat. Tingginya laju inflasi mengakibatkan BI melakukan pengetatan di bidang moneter. Namun, pengetatan moneter ini tidak dapat dilakukan secara drastis karena akan mengancam kelangsungan proses penyehatan perbankan dan program restrukturisasi perusahaan.

d. Tingginya utang luar negeri

Turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama dollar AS menyebabkan sebagian besar utang luar negeri tidak dilindungi dengan fasilitas lindung nilai. Sehingga pada saat terjadi krisis dalam sekejap nilai utang tersebut membengkak. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah melakukan penjadwalan ulang utang luar negeri dengan pihak peminjam.

Bentuk Kebijakan Ekonomi Makro

Adapun bentuk-bentuk kebijakan dalam ekonomi makro meliputi:

1.Kebijakan fiskal:

Merupakan langkah yang dilakukan pemerintah untuk membuat perubahan dalam pendapatan dan pengeluaran negara yang bertujuan untuk mempengaruhi jalannya perekonomian.

2.Kebijakan moneter:

Adalah kebijakan pemerintah yang terkait dengan perilaku bank sentral dalam penawaran dan pengaturan uang yang beredar yang bertujuan untuk mempengaruhi agregat.

3.Kebijakan segi penawaran

Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mempertinggi efisiensi kegiatan perusahaan, dimana perusahaan dapat menawarkan produknya dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik.

Ekonomi Makro

Pengantar Ilmu Ekonomi Makro

Ilmu Ekonomi Makro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mengkhususkan mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan.
Tujuan ilmu ekonomi makro adalah untuk memahami peristiwa ekonomi dan untuk memperbaiki kebijakan ekonomi.

Hubungan yang dipelajari pada ilmu ekonomi makro adalah hubungan variabel keseluruhan. Variabel-variabel itu diantaranya tingkat pendapatan nasional, konsumsi rumah tangga, investasi nasional, tingkat tabungan, belanja pemerintah, tingkat harga-harga umum, jumlah uang yang beredar, tingkat bunga, kesempatan bekerja, neraca pembayaran, dan lain-lain.
Ekonomi makro adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makro-ekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan. (Sumber: Wikipedia)

Ekonomi makro bertujuan untuk menganalisa peristiwa ekonomi dan memperbaiki kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

Permasalahan Ekonomi Makro

Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang sering terjadi pada ekonomi makro

a. Lambannya pertumbuhan ekonomi.

Jumlah lulusan sekolah/sarjana yang meningkat setiap tahunnya tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang ada. Terlebih masih adanya keengganan untuk berwirausaha. Para fresh graduate tersebut hanya terpaku mencari pekerjaan kantoran yang bisa memberikan kenyamanan baik secara finansial maupun status sosial dibandingkan menjadi pengusaha. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi berjalan lambat.

b. Tingginya pengangguran dan kemiskinan.

Terbatasnya lapangan pekerjaan dan ledakan jumlah penduduk adalah faktor utama terjadinya pengangguran dan kemiskinan. Jumlah penduduk yang meningkat tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia sehingga meningkatkan jumlah pengangguran. Jumlah pengangguran yang meningkat, persaingan kerja yang sengit serta tuntutan untuk bisa bertahan hidup menyebabkan masyarakat tidak memiliki pilihan lain selain menjadi pekerja di sektor informal seperti buruh, kuli, pembantu dsb. Tentu saja hal tersebut menjadi pemicu kemiskinan, karena masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan. Selain itu infrastruktur dan sumber daya alam belum dimanfaatkan secara menyeluruh oleh masyarakat untuk memperbaiki kehidupannya.

c. Inflasi dan defisit APBN.

Kenaikan harga barang yang merupakan dampak dari terjadinya inflasi akan mempengaruhi perekonomian dan daya beli masyarakat. Tingginya laju inflasi mengakibatkan BI melakukan pengetatan di bidang moneter. Namun, pengetatan moneter ini tidak dapat dilakukan secara drastis karena akan mengancam kelangsungan proses penyehatan perbankan dan program restrukturisasi perusahaan.

d. Tingginya utang luar negeri

Turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama dollar AS menyebabkan sebagian besar utang luar negeri tidak dilindungi dengan fasilitas lindung nilai. Sehingga pada saat terjadi krisis dalam sekejap nilai utang tersebut membengkak. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah melakukan penjadwalan ulang utang luar negeri dengan pihak peminjam.

Bentuk Kebijakan Ekonomi Makro

Adapun bentuk-bentuk kebijakan dalam ekonomi makro meliputi:

1.Kebijakan fiskal:

Merupakan langkah yang dilakukan pemerintah untuk membuat perubahan dalam pendapatan dan pengeluaran negara yang bertujuan untuk mempengaruhi jalannya perekonomian.

2.Kebijakan moneter:

Adalah kebijakan pemerintah yang terkait dengan perilaku bank sentral dalam penawaran dan pengaturan uang yang beredar yang bertujuan untuk mempengaruhi agregat.

3.Kebijakan segi penawaran

Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mempertinggi efisiensi kegiatan perusahaan, dimana perusahaan dapat menawarkan produknya dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik.

Blog Materi Kuliah

Selamat Datang di Weblog Universitas Esa Unggul.

Website ini dapat digunakan para mahasiswa untuk mengirim tugas yang yang dikerjakan di blog kemudian link ke website hybrid learning dengan cara sebagai berikut :

1. Buka blog milik anda
2. Klik judul tulisan di blog yang akan dikirim atau di link ke web hybrid learning
3. Blok alamat blog yang muncul di kolom alamat situs (URL) lalu klik ‘copy’ dengan mouse
4. Buka web hybrid learning ( http://elearning.esaunggul.ac.id )
5. Klik nama mata kuliah yang muncul di halaman depan web hybrid learning, apabila mata kuliah tersebut belum ada, cari di daftar mata kuliah yang terdapat di fakultas masing-masing.
6. Klik judul tugas pada tampilan di bawah blok ’Topik perkuliahan’ (Topic outline)
7. Klik ‘Membuat/mengedit’ (Edit my submission).
8. Klik “paste” pada di “lembar penyerahan” dengan mouse
9. Blok tulisan tersebut
10. Klik gambar “sisipkan link web”
11. Hapus “http://”
12. Klik “paste” pada kolom “URL” dengan mouse
13. Klik ‘OK”
14. Klik “Simpan perubahan” (save change)

Bila Anda menemumui kesulitan, pedoman blog pembelajaran Universitas Esa Unggul dapat diakses di sini : http://elearning.weblog.esaunggul.ac.id

For your information : Setelah peringkat webometrics Universitas Esa Unggul mengalami kenaikan dari ranking 60 menjadi ranking 32 pada bulan Juli 2012, maka peringkat webometrics Universitas Esa Unggul mengalami kenaikan lagi pada bulan Februari 2013. Kini, Universitas Esa Unggul menduduki peringkat 24 webometrics perguruan tinggi di Indonesia, sedangkan untuk kalangan perguruan tinggi swasta, Universitas Esa Unggul menduduki peringkat 9 atau sepuluh besar dalam webometrics PTS se Indonesia.

Regards,
Departemen Dukungan Pembelajaran
Universitas Esa Unggul
ddp@esaunggul.ac.id
021 567 4223 ext 240